Wednesday, October 26, 2016
Wednesday, October 19, 2016
Monday, August 22, 2016
Sunday, May 15, 2016
Dr.Mohamad Gita Indrawan.,S.T.,M.M : Dedikasiku Untuk Bangsaku
Inilah salah satu figur tokoh generasi muda Kepulauan Riau kelahiran Pontianak 26 Juni 1974 yaitu Dr. Mohamad Gita Indrawan, S.T., M.M, yang biasa akrab dengan panggilan Gita. Dalam kesehariannya Gita sangat aktif dalam berbagai organisasi seperti : organisasi profesi, keilmuan, keagamaan, sosial kemasyarakatan dan wiraswasta.Berbagai organisasi profesi dan keilmuan yang pernah dan sedang dijalani oleh Gita adalah sebagai berikut : Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Batam, 2015 – 2020 (Ketua Tim Ekonomi); Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Batam, 2016 – 2018 (General Secretary); Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi Kepri, 2015 – 2020 (Sekretaris Umum); Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Batam, 2015 – 2018 (Wakil Ketua); Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah X-D Provinsi Kepri, 2015 – 2019 (Wakil Ketua); Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Provinsi Kepri, 2014 – 2019 (Wakil Ketua); Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Kepri, 2013 – 2015 (Anggota); Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Kepri, 2011 – 2013 (Vice President); Caretaker Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kepri, 2010 – 2015 (Komite Tetap Pemberdayaan Masyarakat Pesisir); Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Batam, 2009 – 2012 (Wakil Sekretaris).
Didikan agama yang kuat dari kedua orang tuanya sejak kecil membuat putra pertama dari tiga bersaudara pasangan Ayahanda M.Noeski Alidrisyi dan Ibunda Ayi Permana ini memiliki perhatian yang besar dalam bidang keagamaan, hal ini pula yang membuat Gita bersedia mengemban amanah dan kepercayaan warga komplek perumahan dimana Ia tinggal untuk mengelola organisasi keagamaan seperti : Yayasan Mutiara Al – Ikhlash Perumahan Batam Nirwana Residence periode 2011 – 2013 (Wakil Ketua) dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al – Ikhlash Perumahan Batam Nirwana Residence periode 2013 – 2016 (Ketua Umum) dan selain itu Ia juga pernah menjadi pembina salah satu organisasi internal kampus yaitu Muslim Society (Musisy) di Universitas Internasional Batam (UIB) periode 2010 – 2013.
Suami dari Sandra Lidyana Palar.,SE.,MM ini juga aktif di organisasi sosial kemasyarakatan antara lain : Yayasan Pendidikan Cendikia Kepri (YPCK) yang bergerak dalam bidang pendidikan sebagai Wakil Ketua periode 2015 – 2020 dan saat ini Ia juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pemuda, Mahasiswa, Pelajar dan Olahraga di Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Provinsi Kepulauan Riau masa bakti 2012 – 2017.
Adapun jejak rekam pendidikan formalnya dimulai ketika Gita kecil mengenyam pendidikan sekolah dasar di SD Negeri 06 Sei Raya, Kabupaten Pontianak lulus tahun 1986, lalu melanjutkan jenjang sekolah menengah pertama di SMP Negeri 11 Pontianak lulus tahun 1989, kemudian menempuh pendidikan sekolah menengah atas di SMA Negeri 3 Pontianak lulus tahun 1992. Praktis masa kanak-kanak hingga remaja Ia habiskan di kota kelahirannya Pontianak Provinsi Kalimantan Barat, sebuah ibukota provinsi yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kepri dan memiliki kesamaan budaya melayu yang kental.
Sederet gelar akademik yang telah menambah panjang namanya itu, jelas tidak dengan mudah Ia raih. Kepribadiannya yang bersahaja, ulet, mudah bergaul, cerdas dan juga memiliki tekad yang kuat untuk menuntut ilmu merupakan modal utamanya meneruskan pendidikan tinggi ke Bandung hingga meraih gelar Sarjana Teknik dalam bidang Teknik dan Manajemen Industri di Universitas Pasundan Bandung pada tahun 1999. Tak puas hanya sampai disitu saja, Ia pun melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Trisakti Jakarta dan meraih gelar Magister Manajemen dalam bidang Sumber Daya Manusia pada tahun 2003. Dikarenakan semangat menuntut ilmunya yang selalu bergelora dan tak pernah padam maka semangat itu pula yang membawanya terbang jauh melanjutkan pendidikan ke salah satu sekolah pascasarjana bisnis terbaik di Filipina yang terletak di jantung kota Manila yaitu San Beda College-Graduate School of Business dan akhirnya gelar Doctor (S3) dalam bidang Economics and Business diraih Gita pada tahun 2009 ketika Ia berusia 35 tahun, sebuah usia yang relatif muda untuk gelar akademik tertinggi tersebut.
Perjalanan karirnya yang cukup panjang dan beragam ditambah lagi interaksinya dengan berbagai latar belakang dan karakter individu telah turut memberikan andil yang besar dalam pengembangan dirinya hingga seperti sekarang, berikut ini beberapa profesi dan bidang pekerjaan yang pernah dijalaninya antara lain : Sales Engineer di PT. Topan, Jakarta (Desember 2000 – Desember 2004), Senior Sales Engineer di PT. Ekatama Putra Perkasa, Jakarta (Januari 2005 – Juli 2005), Marketing Executive di PT. Indonesia Carpet Manufacturers, Jakarta (September 2005 – Februari 2006), Sales Manager di PT. Hunter Douglas Indonesia, Jakarta (Maret 2006 – Mei 2008), National Sales in Charge di PT. Pacific Paint, Jakarta (Juli 2008 – Februari 2009), Dosen Tetap di Universitas Internasional Batam/UIB (Oktober 2010 – Oktober 2013), Ketua Program Studi S1 Manajemen di Universitas Internasional Batam/UIB (Oktober 2010 – November 2011), Dekan Fakultas Ekonomi di Universitas Internasional Batam/UIB (Oktober 2010 – November 2011), Dosen Tidak Tetap di Universitas Internasional Batam/UIB (November 2013 – Agustus 2014).
Di sela-sela kepadatan aktifitasnya sebagai Wakil Rektor dan dosen tetap Universitas Putera Batam (UPB) yang juga pernah menjadi dosen tamu sebuah Perguruan Tinggi di Singapura ini, Gita dan beberapa teman dosen dari berbagai disiplin ilmu yang memiliki kesamaan visi, misi dan idealisme telah mendirikan sebuah lembaga kajian riset akademik, konsultan dan pelatihan yang bernama PT. Epsilon Sinergi Akademia atau yang biasa disingkat dengan ESA Consultant dimana beberapa perusahaan swasta nasional, BUMN dan instansi pemerintah telah menjadi klien lembaga ini.
Anggota Tim Asistensi Pembangunan Ekonomi Provinsi Kepri periode 2014 – 2015 ini juga kerap mengikuti berbagai seminar internasional seperti : 1st International Conference on Character Education / ICCE, (Committee, 2015); Seminar The Flaterred World “It’s Impact to Organizations, Business, Bank Industry & Human Capital Development”, (Peserta, 2011); International Seminar “Serve Leadership Model” (Peserta, 2011); Building World – Class Companies in Emerging Markets : Indonesian Case, (Peserta, 2010); Seminar Service Industries, Prince of Songkla University, (Peserta, 2008); Seminar Business & Management Counselor, Asia Pacific Economic Cooperation/ APEC, (Peserta, 2008) dan Seminar Service Quality Center “Service Management Programme” (Peserta, 2007).
Ayah dua orang putra ini juga sangat aktif mengikuti banyak seminar dan pelatihan di dalam negeri yaitu : Seminar Pengenalan Produk, Universitas Tarumanagara (Narasumber, 2007); Pengenalan Peluang Investasi di Saham (Peserta, 2010); Seminar Riset Bank Indonesia, “Mendorong Stabilitas Sistem Keuangan Melalui Sistem Perbankan (Peserta, 2011); Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Peserta, 2011); Pelatihan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (Peserta, 2011); Pemberdayaan Wilayah Perbatasan (Peserta, 2011); Workshop Kerjasama Ekonomi Indonesia – Singapura di Batam-Bintan-Karimun (Peserta, 2011); Pelatihan Pembuatan Referensi Penelitian Menggunakan End Note 9 (Peserta, 2011); Pelatihan Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Dosen (Peserta, 2011); Workshop Manajemen Organisasi Bagi Pengurus Ormawa UIB (Peserta, 2011); Seminar Outlook Perbankan 2012 (Peserta, 2012); The Seminar of Information Literacy Skill “Kemampuan Mengkaji Literatur Sebagai Pengetahuan Dasar Penulisan Karya Ilmiah” (Moderator, 2012); Seminar Nasional KAGAMA “Mewujudkan Kemandirian Indonesia sebagai Negara Maritim yang Adil dan Makmur”(Peserta, 2013); Seminar Nasional “Revitalisasi Cinta Tanah Air dan Bela Negara untuk Mencegah Radikalisme dan Terorisme di Indonesia” (Moderator, 2013); Sosialisasi Pencegahan Masuknya Paham Radikalisme Di kalangan Generasi Muda Provinsi Kepulauan Riau (Narasumber, 2013); Peran dan Partisipasi Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Karakter Pemuda. (Narasumber, 2013); Sosialisasi Undang-Undang Kepemudaan dan Kepramukaan Tahun 2013. (Narasumber, 2013); Forum Diskusi “Membedah Kondisi Kelistrikan Batam Saat Ini dan Masa Depan. (Narasumber, 2013); Pelatihan Kewirausahaan Pemuda (Narasumber, 2013); Seminar Menjadi Pendidik Profesional Seminar Quo Vadis Pelabuhan FTZ Batam (Peserta, 2014); Seminar Nasional Peranan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Pengembangan Ekonomi Daerah (Peserta, 2014); “Pelatihan Peningkatan Wawasan Kebangsaan Bagi Pemuda dan Mahasiswa Provinsi Kepulauan Riau 2014” (Narasumber, 2014); Pelatihan Pencegahan Masuknya Paham Radikalisme Di Kalangan Generasi Muda Provinsi Kepulauan Riau (Narasumber, 2014); Seminar Strategi Menembus Pasar Fesyen Muslim & Kuliner Halal di Luar Negeri (Peserta, 2014); Seminar Strategi Persaingan Usaha Menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) 2015 (Peserta, 2014); Diskusi Publik Tentang Kondisi, Masalah dan Tanggung Jawab PLN Batam Dalam Menjaga Kondusifasi dan Daya Saing Batam (Narasumber, 2014); Dialog Mahasiswa “Peran Mahasiswa Dalam Mempertahankan Ideologi Pancasila Sebagai Kepribadian Bangsa Dalam Era Global” (Narasumber, 2014); Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Kota Batam Tahun 2014 (Narasumber, 2014); “Mahasiswa Sebagai Garda Terdepan Dalam Menangkal Demokrasi Liberal Dan Sosial Demokrasi Indonesia” (Narasumber, 2014); Bimbingan Teknis Kepemimpinan Organisasi Perempuan “Problematika dan Solusi Organisasi Perempuan Indonesia dan Merancang Model Pendanaan dan Pembiayaan Organisasi Perempuan” (Narasumber, 2014); Seminar Pendidikan “Standarisasi Perguruan Tinggi Dalam Menghadapi Asean Economic Community 2015 (Moderator, 2014); Dialog Kebangsaan Pemuda Kabupaten Karimun Tahun 2014 (Narasumber, 2014); Seminar Meningkatkan Daya Saing Sumber Daya Manusia Guna Menghadapi Asean Economic Commnity (AEC) 2015 (Narasumber, 2014); Seminar dan Dialog Intensif Rencana Pengembangan Program Kopertis Wilayah X Bagi Perguruan Tinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Peserta, 2015); Seminar Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Provinsi Kepulauan Riau “Tuntutan Akuntabilitas UKM dan Koperasi Indonesia dalam Menghadapi MEA (Peserta, 2015); Focus Group Discussion “Pencegahan Perilaku Anti Persaingan Pada Sektor Energi Khususnya Mengenai Bahan Bakar Minyak (BBM) Non Subsidi” (Narasumber, 2015); Dialog Kebangsaan “Menjaga Nasionalisme di Perbatasan Sebuah Tanggung Jawab Anak Bangsa” (Narasumber, 2015); Seminar Perkembangan Ekonomi Makro Provinsi Kepulauan Riau (Peserta, 2015); Seminar Kebudayaan “Lestarikan Kearifan Lokal Masyarakat Melayu, Upaya Perkuat Nasionalisme dan Karakter Bangsa” (Narasumber, 2015); Seminar Kepemudaan “Peran Generasi Muda dalam Menangkal Pengaruh Budaya Asing” (Narasumber, 2015); Seminar Arah Gerakan Buruh Dalam Perspektif Pembangunan Ekonomi (Moderator, 2015); Seminar Nasional “Membangun Karakter Kepemimpinan yang Ideal” (Moderator, 2015); Seminar Sehari “Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau Terkini dan Strategi Penguatan Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau di Era Masyarakat Ekonomi Asean 2015” (Moderator, 2015); Diskusi Publik “Meneguhkan Militansi Pemuda, Membangun Peradaban bangsa” (Moderator, 2015); Seminar Nasional MPR RI “ Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Dasar Negara Dalam Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan” (Narasumber, 2015); Dialog Kebangsaan “Peningkatan Wawasan Kebangsaan dan Pemahaman Pembaruan Kebangsaan Dalam Rangka Mewujudkan Kota Batam Aman dan Damai” (Narasumber, 2015); Dialog Kebangsaan “Pancasila Ideologi Bangsa, Perekat Persatuan dan Kesatuan” (Narasumber, 2015); Seminar “Tantangan Kota Batam Menuju Kawasan Industri Kompetitif di Era Otonomi Daerah” (Narasumber, 2015); Diskusi Terbatas “Mendayagunakan Potensi Maritim Langkah Membangun Peradaban Bahari” (Narasumber, 2015); Diskusi Talkshow “Pemilih Cerdas Pilkadapun Berkualitas” (Narasumber, 2015); Debat Publik antar Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Batam pada Pemilukada Serentak Tahun 2015 (Moderator, 2015); Diskusi KPPU RI KPD Batam “Transportasi Laut Angkutan Penumpang dalam Kota/Kabupaten di Wilayah Provinsi Kepri Khususnya Ferry Trayek Telaga Punggur – Tanjungpinang” (Narasumber, 2015); Talkshow “Pendidikan Agama Instrumen Membangun Peradaban Indonesia” (Narasumber, 2015); Focus Group Discussion “Implementasi Free Trade Zone Batam Penerapan dan Harapan” (Peserta, 2016); Seminar Nasional “Masa Depan Batam : Peluang dan Tantangan” (Peserta, 2016); Dialog Ekonomi “Penggunaan Mata Uang Rupiah dan Dampaknya Bagi Pertumbuhan Ekonomi di Kepulauan Riau” (Narasumber, 2016); Seminar Daerah “Kawasan Ekonomi Khusus Batam dan Dampaknya Bagi Pembangunan Daerah” (Narasumber, 2016); Reses Jaring Aspirasi DPRD Provinsi Kepulauan Riau “Batam ; Dari Transformasi KEK, MEA Hingga Kesejahteraan Rakyat” (Narasumber, 2016); Bimbingan Teknis Kepemimpinan Organisasi Perempuan “Model Pembiayaan Bagi Organisasi Nirlaba” (Narasumber, 2016); Dialog Interaktif dan Jurnal Ekonomi Kerjasama RRI FM Pro 1 Batam dan ISEI Cabang Batam “Peran Kultur Bisnis Dalam Perekonomian Batam" (Narasumber, 2016); Bimbingan Teknis Kepemimpinan Organisasi Perempuan “Optimalisasi Gerakan Organisasi Perempuan Dalam Pembangunan” (Narasumber, 2016); Seminar Bisnis “E-Commerce Dalam Perspektif Ilmu Ekonomi” (Narasumber, 2016); Pelatihan “Peningkatan Leadership dan Entrepreneurship Manajer Pelayanan Perusahaan Jasa Bagi Direksi dan Manajemen Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Surabaya” (Narasumber, 2016); Dialog Ekonomi “Membangun Daya Saing Daerah Dalam Menghadapi Globalisasi” (Moderator, 2016); Pelatihan Kepeloporan Pemuda Tahun 2016 “Pemuda Dalam Kemajuan Pendidikan dan Teknologi” (Narasumber, 2016); Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum DPD RI “Rancangan Undang-Undang Ekonomi Kreatif”(Narasumber, 2016)
Moderator yang sukses memandu Debat Publik antar Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Batam pada Pemilukada serentak tahun 2015 ini pendapat dan pandangannya seringkali menjadi referensi bagi para awak media dan jurnalis, sehingga Ia kerap diwawancarai terkait kebijakan ekonomi dan pembangunan pemerintah maupun berbagai dinamika yang terjadi di tengah masyarakat. Bahkan lebih dari itu Gita juga sering berbagi ilmu dan gagasan dalam bentuk tulisan di berbagai media cetak antara lain : Bagaimana memenangkan pemilukada dengan Strategic Management “Blue Ocean Strategy”; Sebuah tawaran : skema alternatif penghitungan UMK; Perspektif pustaka dan etika karya ilmiah fiktif, karya ilmiah palsu dan plagiat; Menyikapi rencana IPO PT.PLN Batam; Smart Generation : ikon perubahan dan kemajuan; Refleksi 54 Tahun Pemuda Pancasila “To be Learning Organization”; Refleksi 86 Tahun Sumpah Pemuda “Pemuda Indonesia Menghadapi AEC 2015”; Refleksi 87 Tahun Sumpah Pemuda “Organisasi Kemasyarakatan Pemuda di Pusaran Pilkada” dan masih banyak lagi.
Tak hanya itu, pria rumahan yang dekat dengan keluarga ini juga dikenal memiliki perhatian dan dedikasi yang tinggi bagi kemajuan masyarakat Kepri. Hal ini dapat dilihat pada kiprahnya sebagai berikut : Lomba Karya Tulis Pemuda Tingkat Kota Batam Tahun 2013 (Ketua Tim Juri, 2013); Survei Proyeksi Indikator Makro Ekonomi – Bank Indonesia (Narasumber Tetap untuk Provinsi Kepulauan Riau, 2012 – 2015); Program on Air “Business Talk” 106.5 Radio Sing FM Batam (Narasumber Tetap, 2012 – 2013); Customer Satisfaction, Unsatisfaction and Loyalty Survey-PT. PLN Batam (Tim Peneliti Ahli, 2011); Proyek Pengembangan Kota Hijau Batam / P2KH Batam (Tenaga Ahli Ekonomi, 2012); Proyek Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Berbasis Kearifan Lokal, Caretaker Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kepulauan Riau (Penanggung Jawab Proyek, 2014); Seleksi Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Kepri Tahun 2014 (Dewan Juri, 2014); Lomba Karya Tulis Ilmiah Pemuda Tingkat Provinsi Kepri Tahun 2014 (Ketua Dewan Juri, 2014); Lomba Kerajinan Tangan Pemuda Kota Batam 2014 (Dewan Juri, 2014); Lomba Karya Tulis Pemuda Kota Batam Tahun 2014 (Ketua Tim Juri, 2014); Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Kepulauan Riau “Marketing Plan Competition for Aesthetic Service” 2014 (Ketua Dewan Juri, 2014); Tim Asistensi Pembangunan Ekonomi Provinsi Kepri, 2014 – 2015 (Anggota); Tim Perencanaan Pembuatan Tugu Pemuda Kota Batam (Ketua Tim, 2015); Debat Publik antar Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Batam Tahun 2015 (Moderator, 2015); Tim Panitia Kerja FTZ Batam Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Batam (Anggota, 2016)
Akademisi dengan kepangkatan akademik Lektor yang telah memperoleh Sertifikasi Dosen (Serdos) dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) ini adalah seorang akademisi yang selalu konsisten dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu 1. Pendidikan dan Pengajaran; 2. Penelitian dan Pengembangan; 3. Pengabdian kepada Masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa penelitian dan kajian ilmiah yang pernah Ia lakukan baik sendiri maupun secara bersama-sama dalam sebuah tim peneliti antara lain : Analisis Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Angka Penjualan Monitor PC Merek BRG di Wilayah Pemasaran Kotamadya Bandung (1999); The Relationship between Satisfaction’s of Company’s Vision and Job Satisfaction, Service Effort of KFC’s Restaurant Manager’s in DKI Jakarta. (2003); The Success Factors of Street Food Entrepreneurs in Jakarta (2009); Analisis Pengaruh Kualitas Fisik Barang, Kualitas Pelayanan dan Lingkup Jasa terhadap Minat Perilaku Konsumen (2011); New Venture Creation and Justification in a Global Context (2012); Kajian Ekonomi Tarif Listrik Batam (2014); Pengaruh Budaya Organisasi dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan pada SMK Widya 2 Batam (2015); Studi Kelayakan Proyek Revitalisasi Pasar Induk Sei Jodoh Kota Batam (2015); Analisis Pengaruh Komitmen Organisasi, Disiplin Kerja dan Motivasi terhadap Kinerja Pegawai pada PT.Cipta Tama Griya Prima di Batam (2016).
Dari kiprahnya selama ini, terlihat jelas Gita menaruh minat yang sangat besar terhadap masalah-masalah kebijakan ekonomi, politik, keagamaan, kebangsaan dan kepemudaan. Khusus untuk masalah kepemudaan, Gita mengakui hal tersebut memiliki tempat tersendiri dalam hidupnya dikarenakan kesehariannya di lingkungan kampus yang identik dengan anak-anak muda. Mencermati fenomena saat ini terkait dampak negatif globalisasi seperti penyalahgunaan narkoba, kriminalitas remaja, pergaulan bebas dan degradasi moral lainnya di kalangan generasi muda sungguh membuatnya sedih dan prihatin, oleh sebab itu Ia bertekad untuk mencurahkan sebagian waktu dan pemikirannya bagi pembinaan generasi muda. Maka tak heran jika Ia sering sekali diundang menjadi narasumber dalam berbagai seminar maupun pelatihan untuk generasi muda karena menurutnya pendidikan tidak hanya bisa diberikan dalam bentuk formal di sekolah maupun kampus namun juga bisa dalam bentuk informal seperti seminar dan pelatihan-pelatihan.
“Saya punya hutang banyak kepada Republik ini karena saya lahir, dibesarkan dan mengenyam banyak pendidikan di Indonesia. Jujur saya tidak punya banyak uang untuk membangun jembatan di daerah terpencil, membuat waduk, menyumbang perahu untuk para nelayan melaut ataupun membantu petani memiliki sawah. Sebagai akademisi inilah yang bisa saya lakukan dengan membina generasi muda yang akan meneruskan kehidupan bangsa di masa depan dan inilah dedikasi yang bisa saya berikan untuk bangsa”. Demikian kalimat yang sering Ia sampaikan dalam banyak kesempatan ketika Ia ditanya tentang motivasinya yang tinggi dalam membina generasi muda.
Demikianlah profil singkat dari seorang generasi muda melayu yang sederhana namun sarat dengan prestasi dan pencapaian ini. Secara tulus dengan segala kerendahan hati Gita ingin menyampaikan sebuah pesan khusus kepada seluruh generasi muda Indonesia di manapun berada bahwa untuk berhasil dalam hidup ini kita memerlukan visi jauh ke depan yang jelas dan kokoh yaitu jelas seperti melihat siang dan kokoh seperti batu karang, usaha yang konsisten dan tetap fokus pada tujuan meski rintangan selalu datang menghadang.
Sejatinya tidak penting dari mana kita berasal dan bagaimana keadaan kita sekarang karena yang paling penting dalam hidup ini adalah kita tahu persis kemana arah yang akan kita tuju dan inilah yang disebut dengan visi. Sehingga untuk bisa berubah menjadi yang lebih baik, kita harus berani memulai dan jangan pernah berhenti sebelum sampai tujuan. Sesungguhnya seorang pemenang itu tidak akan pernah menyerah. “Winner never quit : Quitter never win”. Majulah Pemuda Indonesia! Jayalah Negeriku Indonesia Raya!
Thursday, April 14, 2016
UKM Perlu Manfaatkan ICT
KBRN, Batam : Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memiliki andil penting dalam menggerakkan roda perekonomian perlu memanfaat teknologi di tengah era digitalisasi saat ini. Keberadaan industri Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki peran untuk membantu pelaku usaha UKM yang ingin mengenal dunia digital untuk memasarkan produknya.
Hal ini disampaikan Direktur Pengembangan Bisnis PT Weefer, Robert Liandro dalam dialog Jurnal Ekonomi RRI Batam. Menurutnya saat ini penguasaan sosial media dan memiliki website adalah sebuah keharusan di era digital.
"Teknologi ICT menjadi kunci mengembangkan bisnis karena akan mengefisiensi operasional usaha. Website adalah salah satu media yang dapat digunakan untuk promosi, belum lagi jika kita lakaukan digital marketing dengan sosial media maupun search engine," ujarnya.
Sementara itu Pendiri Fingerfast Laboratory, Ammar Satria yang juga bergerak dalam industri ICT, mengatakan saat ini sudah terbentuk tren kesadaran UKM melakukan pemasaran via digital. Terbukti, Fingerfast Laboratory saat ini memiliki sedikitnya 10 UKM yang mempercayakan pengelolaan sosial media dan pencarian target market ke pihaknya.
"Kami konsen bagaimana mengembangkan UKM yang sifatnya konvensional menjadi digital. Kami membantu UKM untuk mengakurasikan target margetnya di sosial media," jelasnya.
Selain dapat memperoleh jangkauan pasar yang lebih luas, UKM yang memaksimalkan manfaat teknologi di tengah era digitalisasi juga akan menjadi penggerak utama perekonomian bangsa. (Rul/HF)
Sumber : http://www.rri.co.id/post/berita/266381/ekonomi/ukm_perlu_manfaatkan_ict.html
Tuesday, January 26, 2016
Mohammad Gita Indrawan : Tinggalkan Perusahaan Asing, Pilih Kuliah dan Mengajar
BATAM - Menjadi guru adalah cita-citanya sejak kecil. Karena itu, Mohammad Gita Indrawan rela meninggalkan kariernya di perusahaan asing demi menjadi dosen.
"Selamat pagi...," sapanya saat ekor matanya menangkap tiga orang sekuriti yang sedang berkumpul di dekat pintu masuk. Ia baru saja turun dari mobil yang diparkirnya tak jauh dari pintu masuk kampus Universitas Putera Batam (UPB) Tembesi, Batuaji.
Sembari berjalan ke ruangannya, ia tak henti menyapa hangat orang-orang yang berpapasan dengannya. Mulai dari dosen, staf kantor, hingga petugas kebersihan. Saat melihat dosen sedang lewat, ia tak segan mengangkat tangan sambil menyapa.
"Hei, Bro...," serunya akrab.
Laki-laki itu tak lain adalah Mohammad Gita Indrawan, Wakil Rektor di UPB sekaligus dosen di kampus itu. Perawakannya sedang, ia mengenakan kacamata dengan rambut tipis khas pemikir.
Laki-laki kelahiran Pontianak 41 tahun yang lalu itu memiliki segudang aktivitas. Selain membidangi Komunikasi Informasi dan Kemitraan di UPB, ia juga sibuk mengurusi berbagai organisasi profesi sampai perkumpulan tingkat RT. Minatnya besar terhadap permasalahan ekonomi, kebijakan, keagamaan, dan kepemudaan.
Sejak SD hingga SMA dihabiskannya di Pontianak, provinsi yang masih kental budaya melayunya. Lalu dilanjutkan di Fakultas Teknik Industri di Universitas Pasundan Bandung dan berhasil meraih gelar sarjana pada tahun 1999. Di akhir masa kuliahnya di teknik itulah, ia jatuh cinta pada bidang manajemen ekonomi.
"Skripsi saya malah lebih condong ke manajemen industri daripada ke teknik industri," kenangnya.
Selesai S1, ia kemudian kembali ke keluarganya yang waktu itu telah hijrah ke Jakarta. Ia rajin bekerja, mengumpulkan uang untuk bisa melanjutkan kuliah lagi ke jenjang berikutnya. Pada 2001, ia melanjutkan S2 ke Universitas Trisakti Jakarta sambil tetap bekerja.
"Kerjaan saya dulu marketing, keliling Jakarta mulai dari naik bis sampai bisa beli motor, nawarin barang ke berbagai proyek pembangunan. Saat itu sempat pindah-pindah perusahaan mulai dari jual gipsum, karpet hingga cat," katanya.
Saat sedang mengambil Magister Manajemen dalam bidang Sumber Daya Manusia itulah, ia kemudian bertemu dengan Sandra Lidyana Palar SE MM yang saat ini menjadi istrinya. Kuliahnya selesai pada 2003. Kemudian ia mendapat tawaran S3 di Filipina tahun 2006 setahun sejak pernikahannya berlangsung.
"Saat itu keluarga besar istri sempat menentang niat saya untuk sekolah di Filipina, apalagi karier saya sudah sampai ke posisi sales manager di perusahaan asing. Kalau saya pergi, otomatis saya harus resign," ujarnya.
Namun pilihannya untuk terus belajar tetap kokoh. Baginya, mencari uang adalah untuk terus sekolah. Maka ia melanjutkan ke San Beda College-Graduate School of Business di Manila dan berhasil mendapatkan gelar doktor dalam bidang Economics and Business pada tahun 2009, di saat usianya masih 35 tahun.
Sepulang dari Filipina, kehidupan tidak serta merta menjadi ramah baginya. Ia yang sudah menggondol gelar doktor memutuskan untuk terjun ke dunia akademisi menjadi guru, mengajar seperti cita-cita masa kecilnya.
Gita mulai memasukkan aplikasi lamaran ke almamaternya, Trisakti. Namun, karena banyak yang berminat menjadi dosen, di sana ia harus antre. Salah satu sahabatnya yang menjadi dosen di Trisakti lalu mengusulkan untuk mencoba peruntungan melamar di Universitas International Batam (UIB) yang baru saja buka dan memerlukan banyak dosen.
"Saya belum pernah ke Batam, waktu itu saya pikir coba-coba saja kalau nanti tidak betah ya balik lagi ke Jakarta. Tapi ternyata dari 2010 saya dan keluarga betah sampai sekarang di sini," katanya sambil tertawa.
Jenjang kariernya dimulai dari dosen, kemudian Kaprodi hingga jadi dekan di UIB. Tahun 2013, kemudian ia pindah ke UPB dan menjadi wakil rektor sampai sekarang. Sampai 2014 ia masih tetap menjadi dosen di UIB sebelum akhirnya ia fokus menumpahkan pemikiran dan waktunya untuk kemajuan UPB yang menurutnya masih sangat memerlukan curahan kontribusinya.
Baginya, masa kecil mempunyai peranan besar bagi pribadinya yang sekarang. Ia mengenang kembali saat-saat masih mengenyam pendidikan di Pontianak. Sejak SD hingga SMA ia tinggal di kampung yang dekat dengan sungai Kapuas. Rumahnya sangat mepet dengan sekolah SD tempat ia dulu bersekolah.
"Tidak hanya di samping, di depan dan di belakang rumah saya juga sekolahan. Tiap hari saya mendengar anak-anak belajar mengeja huruf demi huruf," kata ayah dua putra ini.
Setiap hari, suara anak-anak belajar di kelas masuk ke dalam rumahnya, menyelinap ke dalam kamarnya. Saat istirahat, ia malah sering pulang ke rumahnya lewat jalan tikus dan kembali ke sekolah saat kelas akan dimulai. Suara berisik itu ternyata lama-lama memengaruhi psikologisnya. Ia jadi merasa jika suara sekolahan yang ramai itu menjadi rumahnya.
"Lama-lama saya dan kedua adik saya menjadi nyaman dengan kondisi itu, kami tak pernah mengeluh. Malah rindu untuk selalu berada di sekolah. Saya juga senang dengan guru-guru dan saya jadi senang belajar," katanya.
Orangtuanya tak pernah menyebutkan alasan mengapa mereka tinggal di samping sekolah. Padahal, bisa saja mereka tinggal di tempat lain. Setelah bertahun-tahun Gita menyadari bahwa ayahnya yang seorang dosen itu mencoba untuk menumbuhkan pola pikir kepada anak-anaknya, bahwa sekolah itu bukanlah beban. Belajar adalah hal yang menyenangkan.
Mengikuti jejak orangtuanya, sekarang ia tinggal di Perum Batam Nirwana Residence Tiban yang juga berdekatan dengan sekolah Ulil Albab tempat putranya menuntut ilmu.
"Sekolah anak saya juga dekat dengan rumah, meski tidak mepet pagarnya seperti rumah saya di Pontianak dulu, tapi tetap saja rumah saya kelihatan dari sekolah," ujar laki-laki yang setiap Sabtu-Minggu menjadi dosen di Singapura ini.
Meskipun anaknya mendapatkan kesempatan untuk mengecap pendidikan yang mahal dan bertaraf internasional, ia lebih memilih memasukkan anaknya ke sekolah sederhana. Yang penting, anaknya bahagia dan tidak stres dengan tuntutan kurikulum yang kompleks.
"Saya selalu kasih kepercayaan kepada anak-anak. Tidak pernah menekan mereka harus les ini itu. Bagi saya yang penting adalah fondasinya. Saya mau mereka merasa bersekolah itu nyaman sehingga mereka dengan sendirinya akan memacu dirinya untuk berprestasi," ucapnya.
Ia hanya menanamkan kepada anak-anaknya untuk selalu bersyukur dan bertanggung jawab. Suatu hari, anaknya menginginkan sepeda. Gita menanamkan disiplin kepada mereka agar mendapatkan sesuatu setelah berusaha.
"Saya bilang ke mereka sepeda itu tidak gratis, mereka harus membelinya. Tidak dengan uang tapi dengan nilai-nilai mereka yang tidak boleh ada yang di bawah 8," ungkapnya.
Di dinding rumahnya, Gita memberi ruang untuk anak-anaknya saling bersaing menggantungkan sertifikat, ataupun piagam hasil lomba. Sejak kecil anak-anaknya menjadi terbiasa dengan suasana berkompetisi sehingga mereka tanpa sadar saling berpacu untuk terus berprestasi dan menjadi yang terbaik.
"Tidak hanya kami, tapi tamu-tamu yang datang ke rumah juga bisa melihat bentuk apresiasi itu. Di sana ada sertifikat lomba yang macam-macam. Ada pidato bahasa inggris, ada karate, pramuka dan lain-lain," ucap pendiri ESA Consultant ini.
Selain bekerja, berkarier, dan berorganisasi, Vice President Indonesia Marketing Association (IMA) ini juga sering mengikuti berbagai seminar nasional maupun internasional. Tidak hanya sebagai peserta, tapi ia sering menjadi narasumber. Apalagi seminar mengenai ekonomi dan kepemudaan. Mengenai topik kepemudaan, Gita mengaku memang memiliki porsi tersendiri dalam kesehariannya.
"Dalam kehidupan saya, di kampus terutama saya dikelilingi anak-anak muda. Melihat realita anak muda yang memandang hidup dengan kegalauan membuat saya bertekad untuk mencurahkan perhatian dan pemikiran saya bagi mereka," katanya.
Menurutnya, tantangan global, godaan narkoba, dan pergaulan bebas di kalangan anak muda sangat merisaukan. Belum lagi bobot kenakalan remaja saat ini makin membahayakan.
Maka, ia kerap menjadi narasumber dalam dialog bersama anak-anak muda, serta memberikan pelatihan kepada anak-anak muda. Toh pendidikan tidak hanya bisa diberikan dalam bentuk formal tapi juga di sisi informal.
"Saya punya utang banyak pada republik ini. Saya lahir dibesarkan dan mengecap banyak pendidikan di Indonesia. Saya tidak punya uang banyak untuk bikin jembatan di daerah terpencil, bikin dam ataupun membantu petani memiliki sawah. Sebagai akademisi inilah yang bisa saya lakukan dengan membina generasi yang akan meneruskan kehidupan di masa depan," pungkasnya.
(zik)
Sumber : http://daerah.sindonews.com/read/1046958/30/tinggalkan-perusahaan-asing-pilih-kuliah-dan-mengajar-1442847610/2
Wednesday, January 20, 2016
Batam Siap Menjadi Tujuan Investasi di Era MEA
KBRN, Batam : Posisi Indonesia di negara ASEAN masih belum menjanjikan sebagai tujuan investasi. Wakil ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Batam, Beni Bevly mengatakan Indonesia berada di peringkat 15 se-Asia pasifik berdasarkan hasil penilaian konsultan Vriens & Partner. Sedangkan untuk ditingkat ASEAN, Indonesia hanya berada diatas negara myanmar dan laos atau berada di peringkat delapan.
"Kawasan tujuan investasi yang baik ditentukan oleh regulasi yang berlaku, keterbukaan terhadap perdagangan internasional, stabilitas politik, pajak dan tingkat korupsi di negara tersebut," ungkapnya dalam dialog jurnal ekonomi di RRI Batam dengan tema "Arus investasi dan capital di era Masyarakat Ekonomi ASEAN", Rabu (20/1/2016).
Namun demikian, Beni menilai Indonesia masih memiliki harapan untuk dapat meningkatkan peringkatnya sebagai tujuan investasi. Salah satu potensi perlu dioptimalkan adalah dengan mengelola Batam yang letaknya sangat strategis.
Sementara itu Direktur Humas dan Promosi Badan Pengusahaan (BP) Batam, Purnomo Andiantono mengakui bahwa persaingan ekonomi saat ini sudah tidak lagi bersifat antar daerah maupun negara, melainkan antar komunitas ekonomi internasional. Jauh sebelum diresmikannya Masyarakat Ekonomi ASEAN, negara-negara eropa maupun amerika telah memiliki poros ekonomi masing-masing.
Andi mengaku optimis Batam dapat menjadi kawasan investasi strategis di Indonesia dan ASEAN. Seiring dengan peningkatan pelayanan, di tahun 2016 ini BP Batam telah merencanakan pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung perekonomian, seperti jalan dan pelabuhan.
"Batam juga harus memiliki kebijakan politik yang baik, tidak boleh berubah-ubah dan tiba-tiba. Karena kepercayaan dunia usaha sangat tergantung dari konsistensi kebijakan usaha yang berlaku," kata dia.
Kasubdit pelayana pelayanan modal BP Batam, Adi Soegiharto menambahkan, dalam rangka menunjang pelayanan investasi saat ini Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah memiliki layanan izin investasi 3 jam. Dengan layanan ini investor akan menerima layanan delapan produk perizinan plus satu surat booking tanah.
Produk-produk perizinan yang akan diberikan itu terdiri dari izin investasi, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Akta Pendirian Perusahaan dan SK Pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Izin Memperkerjakan Tenaga Asing (IMTA), Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), Angka Pengenal Importir Produsen (API-P), dan Nomor Induk Kepabeanan (NIK).
Untuk perkembangan investasi di Batam, Adi mengatakan nilai investasi Batam pada tahun 2015 lalu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. "Perusahaan yang sudah merealisasikan investasinya selama 2015 tercatat 64 proyek dengan total investasi 360 juta USD. Jika dibandingakan tahun 2014, nilai investasi naik sekitar 30 persen. Tapi memang terjadi pergeseran di bidang usaha yang berkembang, pada tahun 2015 investasi lebih ke sektor perdagangan dan reparasi," paparnya.(Rul/BCS/AKS)
Sumber : http://images1.rri.co.id/post/berita/239444/ekonomi/batam_siap_menjadi_tujuan_investasi_di_era_mea.html
Subscribe to:
Posts (Atom)