Thursday, November 26, 2015

Posisi UMK Batam Di Antara Negara-Negara ASEAN, China dan India

Posisi UMK Batam Di Antara Negara-Negara ASEAN, China dan India

Preliminary Paper

Oleh Dr. Beni Bevly

Wakil Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Batam Bidang Industri dan Perdagangan

 

 

Latar Belakang

 

Adalah suatu pemandangan yang cukup lumrah bahwa ketika mendekati waktu penentuan Upah Minimum Kota (UMK) di setiap penghujung tahun di kota Free Trade Zone (FTZ) Batam, buruh di bawah koordinasi para serikat akan melakukan demonstrasi yang umumnya bertujuan untuk menuntut kenaikan UMK berdasarkan standar Kebutuhan Hidupan Layak (KHL). Sebagai gambaran, di bawah adalah beberapa kegiatan demontrasi yang terjadi.

 

Pada Oktober 2015 yang lalu, para serikat buruh ini merencanakan akan mengumpulkan ribuan buruh untuk berdemonstrasi di depan Kantor Wali Kota Batam lagi. Tujuan dari aksi ini adalah untuk menolak keputusan pemerintah Presiden Jokowi yang telah mengesahkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Alasannya, PP ini sangat merugikan para buruh dan terlalu banyak memberikan keuntungan bagi para pengusaha.[1]

 

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSMPI) merencana akan mengirim 1,000 buruh.[2] Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) akan mengerahkan sekitar 5.000 buruh.[3] Namun demikian akhirnya demonstrasi ini dibatalkan. Sebelum itu, pada bulan yang sama, ratusan buruh yang tergabung dalam FSPMI sudah mendemo Kantor Pemko Batam untuk menuntut hal yang serupa pula.[4]

 

Pada November 2014, ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam berdemo di depan Kantor Wali Kota Batam menuntut UMK Batam tahun 2015 sebesar Rp 3,3 juta atau naik sebesar 30 % dari tahun 2014.[5] Demo yang serupa kembali dilakukan dalam waktu kurang dari satu bulan kemudian untuk merubah angka Upah Minimum Kota (UMK) yang telah ditetapkan.[6]

 

Akibat dari aktifitas seperti ini di masa lampau, sejumlah perusahaan asing, seperti Siemens, Seagate, Japan Servo dan perusahaan lain telah menutup usahanya di Batam. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani mengatakan, ada dua penyebab utama perusahaan-perusahaan tersebut pergi meninggalkan Indonesia, yaitu soal demo buruh dan tingginya upah.[7]

Di samping itu tentu akan ada dampak lainnya yang tidak bisa dihindari, seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para buruh yang tentu juga akan berekor pada masalah ekonomi dan sosial yang lain, baik dalam keluarga mereka maupun di ranah kehidupan publik.

 

Rumusan Permasalahan

 

Melihat Latar Belakang yang dikemukakan di atas, jelas bahwa fokus utamanya adalah angka UMK Batam. Penulis akan mengkaji besaran UMK Batam dan membandingkannya dengan upah minimum (UM), upah minimum regional (UMR) atau upah minimu Kota (UMK) di negara-negara yang dikatergorikan sebagai pesaing (competitor) dari Indonesia, yaitu negara-negara The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), China dan India.

 

Tujuan Penelitian

 

Melalui paper ini, penulis bertujuan untuk menyajikan preliminary study atau studi pendahuluan mengenai posisi UMK Batam di antara upah minimum negara-negara ASEAN, China dan India dengan harapan bahwa paper ini bisa dijadikan sebagai salah satu hasil karya akademis dari Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Batam. Hasil karya akademis ini diharapkan bisa menjadi salah satu bahan edukasi untuk para pengambil keputusan dari pemerintah, pengusaha, serikat buruh, pihak yang bersangkutan lainnya dan bahan edukasi dari para akademisi dan khalayak umum. Sifat preliminary study dari paper ini yang hanya memiliki satu variabel (bukan multi-variable), maka terbuka kemungkinan luas bagi peneliti/penulis lain untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

 

Pembatasan Masalah

 

Paper ini akan dibatasi pada UMK atau UMR di negara-negara yang dianggap sebagai pesaing (competitor) dari Indonesia, yaitu dari negara-negara ASEAN; Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Laos, Brunei, dan China dan India. Dari segi waktu, UMR atau UMK yang dikaji di antaranya umumnya berkisar dari tahun 2013 hingga 2015.

 

Metode Penelitian

 

Peper ini dilakukan berdasarkan data sekunder, yaitu data yang telah diterbitkan dan diumumkan melalui media masa, surat edaran resmi dari organisasi dan jurnal.

 

Asumsi

 

Asumsi-asumsi dalam paper ini adalah sebagai berikut:

 

Pertama, paper ini menggunakan kurs nilai tukar Rupiah terhadap uang asing pada tanggal 7 November 2015 sebagai berikut:[8]

Rp. 13.531 terhadap US$ (US Dollar)

Rp. 9.622 terhadap S$ (Singapore Dollar)

Rp. 3.145 terhadap MYR (Malaysian Ringgit)

Rp. 2.131 terhadap CNY (Chinese Yuan Renminbi)

Rp. 299 terhadap PHP (Philippine Peso)

Rp. 11 terhadap MMK (Burmese Kyat)

Rp. 3 terhadap KHR (Combodian Riel)

Rp. 0.61 terhadap VND (Vietnamese Dong)

Rp. 9.621 terhadap BND (Brunei Dollar)

Rp. 381 terhadap THB (Thai Bath)

Rp. 206 terhadap INR (Indian Rupee)

Rp. 1.6 terhadap LAK (Laotian Kip)

 

Kedua, untuk mendapat upah minimum (UM) per bulan, jika UM suatu wilayah atau negara ditetapkan berdasarkan per jam, maka akan dikali 8 jam kerja untuk mendapatkan UM per hari dan UM per hari tersebut akan dikali 22 hari kerja. 22 hari ini didapat dari perhitungan sebagai berikut:

 

52 minggu per tahun x 2 days (Sabtu dan Minggu) = 104 hari

365 hari per tahun - 104 hari = 261 hari

261 hari : 12 bulan = 21.75 or dibulatkan menjadi 22 hari kerja tanpa hari libur.

 

Ketiga, terminologi upah minimum (UM) dipakai sebagai standard dan saling bergantian dengan terminologi lain (UMK, UMS dan UM) untuk menerangkan bahwa topik yang dibahas. Terminilogi lain yang berkaitan dengan UM adalah upah minimum kota (UMK), upah minimum sektoral (UMS) atau upah minimum regional (UM).

 

Sekilas UM Kota  Batam, Negara-Negara ASEAN, China dan India

 

UMK Batam. Untuk tahun 2016, Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan akan mengusulkan kepada Gubernur Kepri dua versi UMK. Versi pertama adalah yang diajukan oleh Dewan Pengupahan Kota (DPK) Batam sebesar Rp Rp 2.879.819 di samping juga mungusulkan UMK Golongan I (Galangan Industri dan Logam Berat, serta sejenisnya) sebesar Rp 3.532.522, UMK Golongan II (Elektronik dan sejenisnya) Rp 3.345.127 dan UMK Golongan III (Hotel dan sejenisnya) sebesar Rp 3.198.903.

 

Versi kedua adalah versi PP 78/2015 tentang Pengupahan sebesar Rp 2.994.112.[9] Versi kedua ini juga diusulkan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Batam supaya diterapkan sebagai UMK Batam tahun 2016. Kini, tinggal menunggu reaksi Gubernur Kepri.

 

UMK versi DPK Batam ini merupakan hasil mufakat dari para anggota DPK. Ketua DPK yang juga Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Batam, Zarefriadi mengatakan bahwa nilai UMK ini sama dengan standar KHL bulan Desember 2015.[10]

 

UMK versi PP 78/2015 mengacu pada formula PP 78/2015, pasal 44 ayat 2, yang menghitung UMK tahun 2016 dengan rumus UMK 2015 ditambah hasil kali UMK 2015 x inflasi + persentase pertumbuhan ekonomi daerah masing-masing. Rumusnya, UMn = UMt + (UMT x inflasi + % PDB). Maka berdasarkan angka inflasi Kepri bulan September 2014 ke September 2015 (yoy) yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Kepri sebesar 6,83 persen, dan pertumbuhan ekonomi 4,67 persen, maka UMK Batam dihitung, Rp 2.685.302 ditambah (Rp 2.685.302 x 6,83 persen + 4,67 persen). Sehingga, hasil yang didapat sebesar Rp 2.994.112.[11]

 

Jika diasumsikan bahwa UMK tahun 2016 yang diterapkan adalah UMK berdasarkan PP 78/2015 maka urutan kenaikan selama lima UMK terakhir terlihat sebagai berikut:

 

  1. Tahun 2016 sebesar Rp. 2.994.112 (naik 11.50%)

  2. Tahun 2015 sebesar Rp. 2.685.302 (naik 10.87%)

  3. Tahun 2014 sebesar Rp. 2.422.092 (naik 18.73)

  4. Tahun 2013 sebesar Rp. 2.040.000 (naik 45.51%)

  5. Tahun 2012 sebesar Rp. 1.402.000 (naik 18.81%)


 

Kenaikan UMK tahun 2013 merupakan kenaikan yang paling tinggi selama 5 periode UMK Batam terakhir, yaitu sebesar Rp. 640.200 atau 45.51% (dari Rp. 1.402.000 menjadi Rp. 2.040.000). Sedangkan pertumbuhan UMK batam sejak tahun 2012 hingga UMK tahun 2016 telah mencapai 133.56%. Jika dihitung sejak tahun 2010 hingga tahun 2015, maka kenaikan UMK Batam adalah sebesar 227,6% (dari Rp. 1.180.000 menjadi 2.685.302).

 

UM Singapura. Sebagai negara maju, dalam hal UM, UMR maupun UMK, Singapore boleh dikatakan cukup mengejutkan. Negara tetangga terdekat dengan kota Batam ini ternyata tidak menerapkan sistem UM.[12] Namun demikian, buruh yang dengan upah rendah mendapat bantuan dari the Workfare Income Supplement (WIS), the Workfare Training Scheme (WTS) dan the Labor Movement’s Progressive Wage Model (PWM). Secara keseluruhan hukum perlindungan terhadap buruh di Singapura dinilai progresif dan mendapat pujian dari laporan U.S. Department of State.

 

UM Malaysia. Malaysia boleh dikatkan relative baru dalam hal penerapan UMR, yaitu baru diimplementasikan pada 1 Januari 2013. UMR yang mulai diterapkan ini nilainya berbeda di dua wilayah, MYR 900 (USD 296) per bulan untuk wilayah peninsular Malaysia, dan MYR 800 (USD 263) per bulan untuk negara bagian Sabah, Sarawak, and Labuan. Kebijakan ini akan diperbaharui setiap dua tahun.[13]

 

Pemerintahan Malaysia memberikan keringan untuk perusahaan menerapkan UMR hingga akhir tahun 2013. Perusahaan besar diijinkan untuk melakukan pemotongan atas UMR maksimal sebesar MYR 50 per bulan, jika lebih besar dari angka ini maka, pengusaha harus mendapat persetujuan dari Departemen Tenaga Kerja Malaysia.

 

Peraturan ini benar-benar di-reinforce pada tahun 2014 dan rencanya akan direvisi pada tahun 2015.[14] Namun hingga kini revisinya belum diterapkan. Pemerintah Malaysia berencana untuk menaikkan UMR ini sebesar 30 persen, yaitu dari MYR 900 menjadi MYR 1,200.[15]

Pada tanggal 23 Oktober 2015, usulan kenaikan ini telah tiba di meja Prime Minister Datuk Seri Najib Razak dari masing-masing MYR 900 to MYR 1,000, dan MYR 800 to MYR 920. Kenaikan ini akan diimplementasikan mulai tahun 2016.[16]

 

UM Thailand. Penerapan UM tunggal di seluruh Thailand masih berdasarkan kebijakan pada 1 Januari 2013, yaitu sebesar THB 300 (USD 10.34) per hari.[17] Sejak saat itu (tahun 2013), UMR Thailand hingga tahun 2015 belum mengalami revisi.[18]

 

Pemerintahan Thailand berencana untuk menerapkan UM baru pada tahun 2016. The Thai Labour Solidarity Committee pada bulan March 2015 mengusulkan untuk menaikkan UMmenjadi THB 360 per hari. Usul ini sesuai dengan survey yang dilakukan pada tahun 2015 yang menunjukkan bahwa biaya hidup hampir dua kali lipat dibandingkan pada tahun 2013.[19]

 

UM Filipina. UMR Filipina yang diberlakukan sebelum revisi terakhir pada 6 Mei 2015, adalah revisi Oktober 2013 sebagai berikut:[20]

 

Pertama, UMR mulai dari PHP 419 hingga PHP 456 (USD 10,2 – 11,1) per hari untuk pekerjaan non-agriculture di daerah Ibu Kota Manila.

 

Kedua, UMR PHP 205 (USD 5) per hari untuk pekerjaan jenis non-plantation agriculture di daerah peripheral tertentu.

 

Rata-rata UMR untuk pekerjaan non-agricultural bagi seluruh daerah adalah PHP 280 (USD 6,8) per hari.

 

Revisi UMR pada 6 Mei 2015 adalah sebagai berikut:[21]

 

 

 

 

UM Vietnam. Sejak Oktober 2011, UMR Vietnam telah diintegrasikan dan dibagi dalam dua wilayah saja. Namun data setelah itu menunjukkan wilayah UMR dibagi menjadi empat. UMR mulai 1 Januari 2015 sampai 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut:[22]

 

Wilayah I              : VND 3.100.000 per bulan yang termasuk Hanoi dan Hoh Chi Minh City.

Wilayah II            : VND 2.750.000 per bulan yang termasuk Vinh Phuc dan Da Nang.

Wilayah III           : VND 2.400.000 per bulan yang termasuk kota Chi Linh, Cam Giang dan Nam Sach,

Wilayah IV           : VND 2.150.000 per bulan termasuk semua kota yang belum dimasukkan dalam wilaya I-III.

 

UM Myanmar. Untuk pertama kalinya Myanmar memberlakukan UM pada tanggal 1 September 2015. Kini para buruh akan dibayar minimum MMK 3,600 (USD 2,81) untuk delapan jam kerja per hari. Khusus untuk perusahaan dengan karyawan yang kurang dari 15 orang tidak harus mengikuti peraturan ini. Nilai baru UM ini adalah sebesar 4,5 kali yang selama ini diterima oleh buruh unskilled entry-level.[23]

 

Sebelumnya, secara umum tidak ada standar UM di Myanmar. Namun untuk sektor tertentu ada pemberlakuan UM, seperti pegawai negeri yang mendapat UM MMK 50,000 (USD 56,8) per bulan. Untuk pekerja harian (day laborers) memperoleh MMK 2000 (USD 2,3) per hari.[24]

 

Pemerintahan Myanmar baru memberlakukan peraturan pembentukan serikat buruh dan demonstrasi pada bulan Maret 2012.

 

UM Kamboja. Pada Oktober 2015, pemerintahan kamboja baru menaikkan UM menjadi sebesar USD 140 per bulan dari UM sebelumnya USD 128.[25] Umumnya UM hanya berlaku di industri garment and sepatu.

 

Sebelumnya, pada tahun 2013, UM ini dibagi sesuai dengan tingkat keahlian, yang terdiri dari buruh yang sedang dilatih sebesar KHR 126.000 (USD 31,60), masa percobaan KHR 235.200 (USD 59) dan buruh regular KHR 256.200 (USD 64,3) per bulan. Sebagai tambahan, group buruh masa percobaan dan regular berhak untuk mendapat tunjangan biaya hidup sebesar KHR 25.200 (USD 6,3) per bulan.[26]

 

Hukum yang berlaku di Komboja menyebutkan bahwa UM seharusnya direvisi dari waktu ke waktu. Hukum ini tidak menyebutkan secara pasti berapa lama sekali UM akan direvisi. Namun dalam peraktiknya UM di industri garmen direvisi setiap 3-4 tahun.[27]

 

UM Laos.  Kenaikan UM di Laos hampir mendekati dua kali lipat, yaitu naik dari LAK 348,\.000 (USD 43,5) menjadi LAK 626.000 (USD 78,15) pada tahun 2011. Pemerintah Laos juga mewajibkan pata pengusaha untuk menyediakan tunjangan makan sebesar LAK 8.500 (USD 1.1) per hari.[28]

 

Sejak tanggal 1 April 2015, pemerintah telah menaikkan UM sebesar 44 percent, dari LAK 626.000 (USD 77) menjadi LAK 900.000 (US$D 111) per bulan.

 

UM sebesar LAK 900.000 ini dihitung berdasarkan pengeluaran bulanan, termasuk beras, daging, ikan, listrik dan air. Perhitungan ini tidak termasuk untuk tabungan dan pembelian lainnya seperti beli mobil, atau untuk hal lain, seperti perayaan perkawinan.[29]

 

UM Brunei. Sama halnya dengan Singapura, Brunei juga tidak mengimplementasikan UM. Namun demikian topik ini sempat muncul kepermukaan pada tahun 2010 dan menjadi juga diskusi parlemen pada Maret 2013.[30] Meskipun UM tidak diimplementasikan, akan tetapi ada peraturan yang melindungi para para buruh, termasuk hak untuk membentuk serikat buruh. Umumnya hak ini tidak diterapkan untuk pekerja asing yang berjumlah sekitar 88.000 orang. Walau demikian, perjanjian bilateral antara negara menetapkan UM buruh asing.

 

Hingga kini, UM yang masih belum diterapkan untuk warga negara Brunei karena pemerintah yakin bahwa issue ini seharusnya dikendalikan oleh permintaan pasar, dan nilai UM, normalnya disetujui melalui proses tawar dan terima antara pengusaha dan pekerja.[31]

 

UM China. Setiap provinsi dan directly-controlled municipality menentukan UMR-nya sendiri. Waktu revisi UMR ini berbeda di setiap daerah. Contohnya, hingga akhir tahun 2014, UMR di Shanghai adalah sebesar CNY 1.820 (sekitar USD 300) per bulan, sedangkan di Guangzhou sebesar CNY 1.550 (sekitar USD 250) per bulan. Kedua nilai UMR ini hampir dua kali lipat dibandingkan UMR tahun 2010.[32]

 

Membandingkan tahun 2015 dengan tahun sebelumnya, kenaikan tahun pada 2015 terbesar terjadi pada UMR bulanan di Shaanxi dan Tibet (16 dan 17 persen secara berturut-turut) dan 22 persen per jam di kota Guangzhou.

 

Pada tahun 2015 inilah, UM mencapai RMB 2.000 untuk pertama kalinya di dua kota Shanghai dan Shenzhen. Selam ini, Shanghai (CNY 2.020) secara tradisional memimpin kota-kota China dalam hal UM yang tertinggi. Kini, Shenzhen (CNY 2.030) telah mengambil posisi ini. Sedangkan UMR paling rendah berada di beberapa kota di provinsi Guangxi, yaitu sebesar CNY 830. UMR di China dibagi dalam 32 wilayah:[33]

 

UM India. Pada tanggal 1 juli 2015, pemerintahan India menaikkan UM atau NFLMW (national floor level minimum wage) untuk seluruh negara bagian menjadi INR 160 per hari dari INR 137 per hari. Kenaikan ini adalah kenaikan berkala setiap tahun yang berdasarkan pada the consumer price index (CPI) untuk buruh industry pada periode tersebut. Revisi NFLMW sebelumnya adalah pada bulan July 2013 dari INR 115 menjadi INR 137 per hari. [34]

 

Posisi UMK Batam Di Antara Negara-Negara ASEAN, China dan India

 

Dari berbagai data yang terkumpul pada tahun 2015, terlihat bahwa posisi UMK Batam di antara UM, UMR atau UMK negara-negara ASEAN, China dan India yang totalnya dikelompakkan menjadi 14 menduduki posisi 10 tertinggi, yaitu di antara UMR terendah dan tertinggi Malaysia.

 

Lebih rincinya dapat dilihat dalam table di bawah:

 

 

Catatan:

Huruf “I” dan “II” di belakang nama negara mengidentifikasikan bahwa I mewakili wilayah dengan UMR yang terendah dan “II” mewakili wilayah dengan UMR tertinggi. Singapura dan Brunei tidak dimasukkan ke dalam grafik di atas karena kedua negara ini tidak menerapkan system UM.

 

Lebih rinci besarnya UM minimum masing-masing wilayah atau negara terlihat di bawah:

 

UMK Batam. UMK Batam sebesar Rp. 2.685.302.

UM Singapura. Tidak diterapkan.

UMR Malaysia. UMR terendah MYR 800 atau Rp. 2.516.000 per bulan dan UMR tertinggi MYR 900 atau Rp. 2.830.500.

UM Thailand. THB 300 per hari atau THB 6.600 per bulan atau Rp. 2.514.600 per bulan.

UMR Filipina. UMR terendah adalah PHP 444 per hari atau PHP 9.768 per bulan atau Rp. 2.920.632 per bulan dan tertinggi adalah PHP 481 per hari atau PHP 10.582 per bulan atau Rp. 3.164.018 per bulan.

UMR Vietnam. UMR terendah sebesar VND 2.150.000 per bulan atau Rp. 1.311.500 dan tertinggi VND 3.100.000 per bulan atau Rp. 1.891.000.

UM Myanmar. UM sebesar MMK 3,600 untuk delapan jam kerja per hari atau MMK 79.200 per bulan atau Rp. 871.200 per bulan.

UM Kamboja. UM sebesar $140 per bulan atau Rp. 1.894.340 per bulan.

UM Laos.  UM LAK 900,000 per bulan atau Rp. 1.440.000 per bulan.

UM Brunei. Tidak diterapkan.

UMR China. UM terendah sebesar CNY 830 per bulan atau Rp. 1.767.900 dan tertinggi yaitu CNY 2030 per bulan atau Rp. 4.325.930

UM India. UM sebesar INR 160 per hari atau INR 3.520 per bulan atau Rp. 725.120.

 

Dibandingkan dengan data Bangkok Post, 6 Juni 2015 dan dikombinasikan dengan data lain, di antara UM per hari negara-negara ASEAN, China dan India tahun 2015, Indonesia secara keseluruhan menduduki posisi ke 6 tertinggi dari 12 negara, di bawah Malaysia dan di atas Myanmar. UM per hari Indonesia lebih dari 2,5 kali lebih besar dari UM per hari India. UM yang paling rendah adalah India (Rp. 32.960 per hari) dan UM tertinggi adalah Singapura (Rp. 762.000 per hari).

 

Data perbandingan UM antara negara yang diperlihatkan oleh Bangkok Post dengan mata uang Bath (di kolom sebelahnya dikonversikan ke Rupaiah) sebagai berikut:[35]

 





































































UrutanNegaraUpah Minimum Per Hari (Bath)Upah Minimum Per Hari (Rupiah)
13.Singapura2.000762.000
12.Brunei1.800685.800
9.Thailand300114.300
8.Filipina300114.300
7.Malaysia270102.870
6.Indonesia23087.630
5.Myanmar11041.910
4.Vietnam9536.195
2.Laos8030.480
1.Kamboja7528.575

 

Data perbandingan tambahan UM per hari untuk China dan India adalah sebagai berikut:[36]

 





















11.China Wilayah ShenzhenRMB 148315.388
10.China Wilaya AnhuiRMB 60127.860
3.IndiaRs 16032.960

 

Laju Pertumbuhan UM di Beberapa Negara

 

Dalam hal laju kenaikan UM Indonesia dibandingkan terhadap beberapa negara seperti di bawah, terlihat bahwa, dengan mengambil contoh UMK di Karawang, Indonesia mengalami kenaikan yang paling tinggi dalam waktu lima tahun terakhir ini, yaitu mendekati 350%.[37]

 

 

Ditambahkan juga, bahwa kenaikan UM ke lima wilayah dia atas, di luar UMK Karawang, UMK Batam adalah yang tertinggi, yaitu 227,6% (dari Rp. 1.180.000 menjadi 2.685.302).

 

Jangka Waktu Revisi UM

 

Jangka revisi UM, UMR atau UMK di masing-masing kota, daerah atau kota terlihat sebagai beriktu:[38]

 

 




































































No.NegaraJangka waktu revisi (tahun)
1.Batam, Indonesia1
2.Singapura(n/a)
3.Malaysia3
4.Thailand3
5.Filipina1,5
6.Vietnam1
7.Myanmar(Tidak ada data)
8.Kamboja3-4
9.Laos3
10.Brunei(n/a)
11.India1
12China1

 

Keterangan lebih rinci revisi UM adalah sebagai berikut:

 

UMK Batam direvisi setiap tahun.

UMR Singapura tidak relevan, karena mereka tidak mengimplementasikan UM.

UMR Malaysia direvisi setiap tiga tahun.

UMR Thailand akan direvisi pada 1 Januari 2016, yaitu tiga tahun sejak 1 januari 2013.

UMR Filipina yang terakhir adalah pada 6 Mei 2015 sejak revisi Oktober 2013, jadi direvisi kurang lebih satu setengah tahun sejak revisi terakhir.

UMR Vietnam direvisi setiap tahun.

UMR Myanmar baru diberlakukan pada tanggal 1 September 2015. Hingga kini tidak ditemukan data kapan pemerintahan Myanmar akan melakukan revisi UMR mereka.

UMR Kamboja yang umumnya hanya berlaku di industri garmen direvisi setiap tiga sampai empat sekali.

UMR Laos mengalami revisi 1 April 2015 sejak revisi terakhir pada tahun 2011. Masa tunggu untuk revisi ini dibutuhkan lebih dari 3 tahun.

UMR Brunei tidak relevan karena mereka tidak mengimplementasikan UM.

UMR India direvisi setiap tahun.

UMR China direvisi setiap tahun.

 

Penutup

 

Seperti dicantumkan dalam tujuan penulisan paper ini bahwa paper ini bersifat preliminary study, yaitu suatu paper dasar yang tidak melibatkan multi variable, tetapi lebih banyak menyajikan di mana posisi UKM Batam, Indonesia berada di antara negara-negara ASEAN, China dan India.

 

Namun demikian, mudah-mudahan informasi yang berada di paper ini berguna untuk para anggota ISEI Batam dan ISEI Nasional, para pemangku jabatan di pemerintah, pengusaha, serikat buruh, para akademisi dan khalayak umum.

 

Di samping itu, karena bersifat preliminary, maka suatu saat paper ini tentu bisa dikembangkan lagi menjadi paper yang lebih mendalam dan/atau meluas dalam kaitannya dengan upah minimum.

 

Penulis megnucapkan terima kasih atas dukungan, saran dan data yang telah diberikan oleh rekan-rekan ISEI Batam dan banyak pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

 

 

 

 

Referensi

 

ASEAN Breafing. (2013, April 16). Minimum Wage Levels Across ASEAN. Diretrieve pada 6 November 2015 dari http://www.aseanbriefing.com/news/2013/04/16/minimum-wage-levels-across-asean.html#sthash.Qfa0v6G4.dpuf.

 

Bangkok Post. (2015, Juni 6). Minimum Wage: 300 Baht Ends Next Year. Di-retrieve pada 10 November 2015 dari http://www.bangkokpost.com/learning/learning-from-news/584437/minimum-wage-300-baht-ends-next-year.

 

Batal, Rencana Aksi Demo Ribuan Buruh Besok. (2015, Oktober 29). Di-retrieve pada 3 November 2015 dari http://www.batamtoday.com/berita63048-Batal,-Rencana-Aksi-Demo-Ribuan-Buruh-Besok.html.

 

Buruh FSPMI Batam Demo Tolak Paket Kebijakan Ekonomi, Ini Alasan Mereka. (2015, Oktober 16). Di-retrieve pada 3 November 2015 dari http://batam.tribunnews.com/2015/10/16/buruh-fspmi-batam-demo-tolak-paket-kebijakan-ekonomi-ini-alasan-mereka.

 

Cambodia Raises Monthly Minimum Wage to $140. (2015, Oktober 08). Di-retrieve pada 11 November 2015 dari http://www.voanews.com/content/cambodia-raises-monthly-minimum-wage-to-140/2996627.html.

 

Demo Buruh di Batam Ricuh, Wali Kota Dilempari Batu. (2014 November 19). Diretrieve pada 3 November 2015 dari http://daerah.sindonews.com/read/926083/24/demo-buruh-di-batam-ricuh-wali-kota-dilempari-batu-1416327992.

 

Demo dan Upah Buruh Jadi Penyebab Siemens Cabut dari Batam. (2015 Juli 20150. Diretrieve pada 3 November 2015 dari http://bisnis.liputan6.com/read/2270257/demo-dan-upah-buruh-jadi-penyebab-siemens-cabut-dari-batam.

 

Deparment of Labor and Employment, National Wages and Productivity Commission. (2015, Mei 6). Current Daily Minimum Wage Rates.  Di-retrieve pada 10 November, 2015 dari http://www.nwpc.dole.gov.ph/pages/ncr/cmwr.html.

 

Government Increases Daily Minimum Wage to Rs 160 Per Day. (2015, Juli 08). The Economics Time.

 

Hajar, S. (2015, April 02). No Endorsement for Foreign Workers’ Minimum Pay Scale. Borneo Bulletin.

 

Hebat, Buruh dan Pengusaha Sepakat UMK Batam 2016 Rp2.879.819. (2015 Oktober 27). Diretrieve pada 6 November 2105 dari http://batamtoday.com/berita62943-Hebat,-Buruh-dan-Pengusaha-Sepakat-UMK-Batam-2016-Rp2.879.819.html.

 

Laos’ Minimum Wage. Di-retrieve pada 11 November dari http://www.business-in-asia.com/wages/laos_minimum_wage.html.

 

MarkLines. (2015, Januari 8). Minimum Wages in Asia - The Automotive Industry in 2015. Diretrieve pada 6 November 2015 dari http://www.marklines.com/en/report/oem001_201501.

 

Minimum wage: 300 baht ends next year. (2015, Juni 06). Bangkok Post.

 

Minimum Wages in Cambodia - Frequently Asked Questions. Di-retreived pada 11 November 2015 dari http://www.prake.org/home/salary/minimum-wages/minimum-wage-faqs#header8

 

Minimum Wages in Vietnam with Effect From 01-01-2015 to 31-12-2015 (2014, Desember 31). Di-retrieve pada 11 November 11, 2015 dari http://www.wageindicator.org/main/salary/minimum-wage/vietnam.

 

Quartz. (2015, Agustus 31). Not Asking For Much; Myanmar’s New Minimum Wage, About 35 Cents An Hour, Is Too Steep For Some Chinese-Owned Factories. Di-retrieve pada 11 November 2015. http://qz.com/491250/myanmars-new-minimum-wage-about-35-cents-an-hour-is-too-steep-for-some-chinese-owned-factories/.

 

Ribuan Buruh Tuntuk UMK Batam 2015 3,3 Juta. (2014, November 6). Diretrieve pada 2 November 2015 dari http://rri.co.id/post/berita/117248/daerah/ribuan_buruh_tuntuk_umk_batam_2015_33_juta.html.

 

Soo, W.J. (2015, Oktober 24). MTUC: Budget’s Minimum Wage Too Little For Now. Di-retrieved pada 10 November 2015 dari http://theheatonline.asia/SOCIO-ECONOMICS/MTUC-Budget-s-minimum-wage-too-little-for-now.

 

Surat edaran no. 14/DPC KSPSI/X/2015, tertanggal 24 Oktober 2015.

 

Surat edaran no. 150/KC FSPMI/BTM/X/2015, tertanggal 26 Oktober 2015.

 

UMK Batam 2016 Berubah Jadi Rp Rp 2.994.112, Tinggal Disahkan Gubernur. (2015, Oktober 20). Batam Pos.

 

Wali Kota Ajukan UMK Batam 2016 Dua Versi ke Gubernur. (2015, November  4). Batam Pos.

 

XE Currency Converter. Diretrieve pada 6 November 2015 dari http://www.xe.com/currencyconverter/, 6 November 2015.

 

Yao, R. & Rosettani, E. (2015, Mai 26). China Breafing, A Complete Guide to 2015 Minimum Wage Levels Across China. Di-retreived pada 11 November 2015 dari http://www.china-briefing.com/news/2015/05/26/complete-guide-2015-minimum-wage-levels-across-china.html#sthash.orxcNhCt.dpuf.

 

Zainul, I.F. (2015, Januari 24). Review On Minimum Wage Policy. Diretrieve dari pada 6 November 2015 dari www.thestar.com.my/Business/Business-News/2015/01/24/Review-on-minimum-wage-policy-Trade-unions-want-Govt-to-increase-it-to-RM1200/?style=biz.

[1] Batal, Rencana Aksi Demo Ribuan Buruh Besok. (2015, Oktober 29). Di-retrieve pada 3 November 2015 dari http://www.batamtoday.com/berita63048-Batal,-Rencana-Aksi-Demo-Ribuan-Buruh-Besok.html.

[2] Lihat Surat edaran no. 150/KC FSPMI/BTM/X/2015, tertanggal 26 Oktober 2015.

[3] Lihat Surat edaran no. 14/DPC KSPSI/X/2015, tertanggal 24 Oktober 2015.

[4] Buruh FSPMI Batam Demo Tolak Paket Kebijakan Ekonomi, Ini Alasan Mereka. (2015, Oktober 16). Di-retrieve pada 3 November 2015 dari http://batam.tribunnews.com/2015/10/16/buruh-fspmi-batam-demo-tolak-paket-kebijakan-ekonomi-ini-alasan-mereka.

[5] Ribuan Buruh Tuntuk UMK Batam 2015 3,3 Juta. (2014, November 6). Diretrieve pada 2 November 2015 dari http://rri.co.id/post/berita/117248/daerah/ribuan_buruh_tuntuk_umk_batam_2015_33_juta.html.

[6] Demo Buruh di Batam Ricuh, Wali Kota Dilempari Batu. (2014 November 19). Diretrieve pada 3 November 2015 dari http://daerah.sindonews.com/read/926083/24/demo-buruh-di-batam-ricuh-wali-kota-dilempari-batu-1416327992.

[7] Demo dan Upah Buruh Jadi Penyebab Siemens Cabut dari Batam. (2015 Juli 20150. Diretrieve pada 3 November 2015 dari http://bisnis.liputan6.com/read/2270257/demo-dan-upah-buruh-jadi-penyebab-siemens-cabut-dari-batam.

[8] Konversi mata uang ini berdasarkan pada XE Currency Converter yang diretrieve pada 6 November 2015 dari http://www.xe.com/currencyconverter/, 6 November 2015.

[9] Lihat Wali Kota Ajukan UMK Batam 2016 Dua Versi ke Gubernur. (2015, November  4). Batam Pos.

[10] Hebat, Buruh dan Pengusaha Sepakat UMK Batam 2016 Rp2.879.819. (2015 Oktober 27). Diretrieve pada 6 November 2105 dari http://batamtoday.com/berita62943-Hebat,-Buruh-dan-Pengusaha-Sepakat-UMK-Batam-2016-Rp2.879.819.html.

[11] UMK Batam 2016 Berubah Jadi Rp Rp 2.994.112, Tinggal Disahkan Gubernur. (2015, Oktober 20). Batam Pos.

[12] ASEAN Breafing. (2013, April 16). Minimum Wage Levels Across ASEAN. Diretrieve pada 6 November 2015 dari http://www.aseanbriefing.com/news/2013/04/16/minimum-wage-levels-across-asean.html#sthash.Qfa0v6G4.dpuf.

[13] Ibid.

[14] MarkLines. (2015, Januari 8). Minimum Wages in Asia - The Automotive Industry in 2015. Diretrieve pada 6 November 2015 dari http://www.marklines.com/en/report/oem001_201501.

[15] Zainul, I.F. (2015, Januari 24). Review On Minimum Wage Policy. Diretrieve dari pada 6 November 2015 dari www.thestar.com.my/Business/Business-News/2015/01/24/Review-on-minimum-wage-policy-Trade-unions-want-Govt-to-increase-it-to-RM1200/?style=biz.

[16] Soo, W.J. (2015, Oktober 24). MTUC: Budget’s Minimum Wage Too Little For Now. Di-retrieved pada 10 November 2015 dari http://theheatonline.asia/SOCIO-ECONOMICS/MTUC-Budget-s-minimum-wage-too-little-for-now.

[17] ASEAN Briefing, Op. Cit.

[18] MarkLines, Op. Cit. Data ini menunjukkan hingga tanggal 8 Januari 2015.

[19] Bangkok Post. (2015, Juni 6). Minimum Wage: 300 Baht Ends Next Year. Di-retrieve pada 10 November 2015 dari http://www.bangkokpost.com/learning/learning-from-news/584437/minimum-wage-300-baht-ends-next-year.

[20] ASEAN Briefing, Op. Cit.

[21] Deparment of Labor and Employment, National Wages and Productivity Commission. (2015, Mei 6). Current Daily Minimum Wage Rates.  Di-retrieve pada 10 November, 2015 dari http://www.nwpc.dole.gov.ph/pages/ncr/cmwr.html.

[22] Minimum Wages in Vietnam with Effect From 01-01-2015 to 31-12-2015 (2014, Desember 31). Di-retrieve pada 11 November 11, 2015 dari http://www.wageindicator.org/main/salary/minimum-wage/vietnam.

[23] Quartz. 2015, Agustus 31). Not Asking For Much; Myanmar’s New Minimum Wage, About 35 Cents An Hour, Is Too Steep For Some Chinese-Owned Factories. Di-retrieve pada 11 November 2015. http://qz.com/491250/myanmars-new-minimum-wage-about-35-cents-an-hour-is-too-steep-for-some-chinese-owned-factories/.

[24] ASEAN Briefing, Op. Cit.

[25] Cambodia Raises Monthly Minimum Wage to $140. (2015, Oktober 08). Di-retrieve pada 11 November 2015 dari http://www.voanews.com/content/cambodia-raises-monthly-minimum-wage-to-140/2996627.html

[26] ASEAN Briefing, Op. Cit.

[27] Minimum Wages in Cambodia - Frequently Asked Questions. Di-retreived pada 11 November 2015 dari http://www.prake.org/home/salary/minimum-wages/minimum-wage-faqs#header8.

[28] ASEAN Briefing, Op. Cit.

[29] Laos’ Minimum Wage. Di-retrieve pada 11 November dari http://www.business-in-asia.com/wages/laos_minimum_wage.html.

[30] ASEAN Briefing, Op. Cit.

[31] Hajar, S. (2015, April 02). No Endorsement for Foreign Workers’ Minimum Pay Scale. Borneo Bulletin.

[32]MarkLines, Op. Cit.

[33] Yao, R. & Rosettani, E. (2015, Mai 26). China Breafing, A Complete Guide to 2015 Minimum Wage Levels Across China. Di-retreived pada 11 November 2015 dari http://www.china-briefing.com/news/2015/05/26/complete-guide-2015-minimum-wage-levels-across-china.html#sthash.orxcNhCt.dpuf.

[34] Government Increases Daily Minimum Wage to Rs 160 Per Day. (2015, Juli 08). The Economics Time.

[35] Minimum wage: 300 baht ends next year. (2015, Juni 06). Bangkok Post. Catatan: Singapura dan Brunei tidak menerapkan UM, namun data ini diyakini adalah hasil reset oleh Bangkok Post.

[36] Upah minimum untuk China diambil dari UMR yang tertinggi, yaitu di wilayah Shenzhen yang sebesar RMB 18.5 per jam dan dengan UMR terendah di wilayah Guangxi RMB 7.5 per jam dikalikan 8 jam untuk mendapat UMR per hari. Lihat  Yao, R. & Rosettani, E. , Op. Cit.

[37]MarkLines, Op. Cit.

[38] Data ini didapat dari berbagai sumber.

No comments:

Post a Comment